|
Switched On: Windows 7, Non-Starter Edition |
|
|
|
|
Written by robertus
|
|
Friday, 01 May 2009 01:31 |
|
Microsoft is making many well-received improvements in Windows 7, but may be in for a black eye on its Starter Edition because of growing misconceptions that it has optimized and recommended the limited Starter Edition for netbooks. For instance, the ad copy for the Apple commercial jabbing Starter Edition almost writes itself.
"Hello, I'm a Mac." "And I'm a PC." PC is trying to juggle. "Hey, PC. What's with the juggling act?" "It's my new operating system. See, it only lets me run three programs at a time so I need to stop doing one thing when I want to do another. Really keeps me on my toes thinking about which three programs I should use. Of course, I could upgrade to a more expensive version that gives me the capabilities I should have had from the beginning." PC drops the balls. "Hmm, really? Every Mac lets you run as many programs as you want out of the box." "Well, that would be nice. I'd sure like to send someone an e-mail about that." "That's a good idea, PC. Why don't you?" "Because I had to quit my e-mail program to say that." PC starts trying to juggle again. Cut to iMac with "Mac" desktop |
|
Last Updated ( Friday, 01 May 2009 01:32 )
|
|
Read more...
|
|
|
Bakrie Brothers Lunasi Repo Rp 203 Miliar ke PNM |
|
|
|
|
Written by smk bbs
|
|
Thursday, 30 April 2009 08:52 |
PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) sudah melunasi utang reponya kepada PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Investment Management.
Menurut Direktur Utama PNM Parman Nataadmadja dengan dibayarnya utang sebesar Rp 203 miliar tersebut. Sementara yang tersisa adalah utang milik PT Bakrie Capital Indonesia ke PNM yang mencapai Rp 1,2 triliun.
"Kalau BNBR per hari ini sudah lunas dibayarkan sekitar Rp 200 miliar. Kalau untuk Bakrie Capital sudah mulai current," katanya.
Parman menyampaikan hal itu usai menghadiri perjanjian kerjasama antara Komisi Pemberantasan Korupsi dengan Kementerian Negara BUMN Tentang Pengelolaan Data Wajib LHKPN, di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (30/4/2009).
Ia mengatakan, Bakrie Capital diberi waktu untuk melunasi utangnya maksimal selama dua tahun terhitung dari bulan ini.
"Sesuai kesepakatan dengan kejaksaan, kami menggunakan skema pembayaran baru dalam pelunasan utang tersebut," jelasnya.
Menurutnya, pihaknya tidak terlalu khawatir dengan jumlah utang yang cukup besar tersebut akan membuat pembayarannya terus macet. Ia optimis perusahaan swasta bisa melunasi utangnya mengingat harga sahamnya sudah cukup bagus.
"Kami tidak khawatir karena harga saham Bakrie sudah bagus," imbuhnya.
Jumlah sisa repo Bakre ke PNM Investment Management sebesar Rp 203,484 miliar terdiri dari dua fasilitas repo. Kedua fasilitas repo tersebut jatuh tempo pada 19 Januari dan 9 Februari 2009. BNBR sebelumnya telah meminta perpanjangan waktu penyelesaian repo ke PNM paling lambat Mei 2009 setelah gagal membayar pada saat jatuh tempo.
Sementara utang repo Bakrie Capital telah disepakati untuk dicicil selama 24 bulan, sesuai dengan kesepakatan sebelumnya.
|
|
Lambang Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya setidaknya sudah 3 kali mengalami revisi. |
|
|
|
|
Written by smk bbs
|
|
Thursday, 30 April 2009 08:51 |
Surabaya - Lambang Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya setidaknya sudah 3 kali mengalami revisi. Menurut sejarahwan Surabaya Dukut Imam Widodo, pertama kali lambang Surabaya yakni ikan suro dan boyo dibuat pada masa pemerintah Belanda pada tahun 1883.
"Saat itu lambangnya dua ikon tersebut posisinya sejajar," katanya kepada detiksurabaya.com yang menyadur buku 'Soerabaja Tempo Doeloe' yang ditulisnya, Kamis (30/4/2009). Ikon Kota Surabaya ini menjadi perbincangan karena keberadaan patung Suro dan Boyo yang dibangun Pemkot Surabaya di Taman Ketabang tak sesuai desain aslinya.
Lambang itu kemudian mengalami perubahan pada tahun 1906. Pada perubahan itu kedua ikon sudah dalam posisi bertengkar namun masih belum seperti yang ada saat ini menyerupai huruf S. Perubahan terakhir dan kemudian ditetapkan tahun 1955, lambang suro dan buaya dalam keadaan bertengkar mengelilingi Tugu Pahlawan.
"Lambang seperti itu yang digunakan hingga saat ini dan bila ada lambang lain yang muncul mengenai Surabaya, tentu saja tidak bisa diterima," ucap dia dalam bincang-bincangnya dengan detiksurabaya.com.
Sementara berdasarkan data dari website resmi Pemkot Surabaya, lambang Kota Surabaya ditetapkan oleh DPRS Kota Besar Surabaya dengan putusan nomor 34/DPRDS tanggal 19 Juni 1955, diperkuat dengan Keputusan Presiden R.I. No. 193 tahun 1956 tanggal 14 Desember 1956.
Bunyinya: Lambang berbentuk perisai segi enam yang distilir (gesty leerd), yang maksudnya melindungi Kota Besar Surabaya kemudian lukisan Tugu Pahlawan melambangkan kepahlawanan putra-putri Surabaya dalam mempertahankan kemerdekaan melawan kaum penjajah.
Dan lukisan ikan Sura (Suro) dan Baya (Boyo) yang berarti Sura Ing Baya melambangkan sifat keberanian putra-putri Surabaya yang tidak gentar menghadapi sesuatu bahaya. Demikian pila warna biru, hitam, perak(putih) dan emas (kuning) dibuat sejernih dan secemerlang mungkin, agar dengan demikian dihasilkan suatu lambang yang memuaskan.
|
|
|
|
|
|
|